{"id":1026,"date":"2026-08-03T13:19:55","date_gmt":"2026-08-03T13:19:55","guid":{"rendered":"https:\/\/lekkermedan.id\/berita\/?p=1026"},"modified":"2026-08-03T13:19:55","modified_gmt":"2026-08-03T13:19:55","slug":"resep-pempek-palembang-ikan-tenggiri-cara-membuat-yang-lezat-dan-otentik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lekkermedan.id\/berita\/resep-pempek-palembang-ikan-tenggiri-cara-membuat-yang-lezat-dan-otentik\/","title":{"rendered":"Resep Pempek Palembang Ikan Tenggiri: Cara Membuat yang Lezat dan Otentik"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Pempek Palembang Ikan Tenggiri: Cara Membuat yang Lezat dan Otentik<\/h1>\n<p>Pempek adalah salah satu makanan tradisional khas Palembang yang sangat populer di Indonesia. Terbuat dari ikan dan tepung sagu, pempek memiliki cita rasa gurih yang khas dan dilengkapi dengan saus cuko yang asam, manis, dan pedas. Salah satu varian paling digemari adalah pempek ikan tenggiri. Artikel ini akan memandu Anda melalui resep dan cara membuat pempek Palembang ikan tenggiri yang lezat dan otentik.<\/p>\n<h2>Sejarah Singkat Pempek<\/h2>\n<p>Pempek dipercaya berasal dari Palembang, ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Makanan ini telah ada sejak masa Kesultanan Palembang dan awalnya terbuat dari ikan belida. Namun, karena ikan belida semakin langka, ikan tenggiri kini lebih umum digunakan. Nama &#8220;pempek&#8221; konon berasal dari sebutan &#8220;empek-empek&#8221; untuk penjual pada masa itu.<\/p>\n<h2>Bahan-Bahan yang Dibutuhkan<\/h2>\n<p>Untuk membuat pempek ikan tenggiri yang otentik, berikut adalah daftar bahan yang perlu Anda siapkan:<\/p>\n<h3>Bahan Utama<\/h3>\n<ul>\n<li>500 gram ikan tenggiri giling<\/li>\n<li>300 ml air es<\/li>\n<li>2 sendok teh garam<\/li>\n<li>1 sendok makan gula pasir<\/li>\n<li>500 gram tepung sagu atau kanji<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bahan Untuk Kuah Cuko<\/h3>\n<ul>\n<li>250 gram gula merah, disisir halus<\/li>\n<li>50 gram asam jawa<\/li>\n<li>500 ml air<\/li>\n<li>7 siung bawang putih, haluskan<\/li>\n<li>10 buah cabe rawit merah, haluskan (sesuaikan dengan selera)<\/li>\n<li>1 sendok makan ebi (udang kering), sangrai dan haluskan<\/li>\n<li>1 sendok teh garam<\/li>\n<li>1 sendok makan cuka<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bahan Pelengkap<\/h3>\n<ul>\n<li>Timun, dipotong dadu kecil<\/li>\n<li>Mie kuning, direbus<\/li>\n<li>Bubuk ebi<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Cara Membuat Pempek Ikan Tenggiri<\/h2>\n<h3>Langkah 1: Mempersiapkan Adonan<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Mencampur Bahan:<\/strong> Di dalam mangkuk besar, campur ikan tenggiri giling dengan air es, garam, dan gula pasir. Aduk rata menggunakan tangan atau spatula hingga tercampur sempurna.<\/li>\n<li><strong>Menambahkan Tepung Sagu:<\/strong> Tambahkan tepung sagu sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan bisa dibentuk. Jangan terlalu lama menguleni agar pempek tidak keras.<\/li>\n<li><strong>Membentuk Pempek:<\/strong> Bentuk adonan sesuai selera. Untuk pempek kapal selam, buat cekungan dan tambahkan telur utuh mentah sebelum menutup kembali adonan. Untuk bentuk lenjer atau bulat, sesuaikan dengan selera Anda.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 2: Merebus Pempek<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Air mendidih:<\/strong> Didihkan air dalam panci besar dan tambahkan sedikit minyak agar pempek tidak lengket.<\/li>\n<li><strong>Memasukkan Pempek:<\/strong> Masukkan pempek yang sudah dibentuk ke dalam air mendidih. Masak hingga pempek mengapung dan matang.<\/li>\n<li><strong>Mengangkat dan Mengeringkan:<\/strong> Angkat pempek yang sudah matang dan tiriskan.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 3: Menggoreng Pempek (Opsional)<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Menggoreng Pempek:<\/strong> Setelah pempek direbus, Anda bisa menggorengnya hingga permukaannya kecokelatan untuk mendapatkan tekstur yang lebih crispy.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Cara Membuat Kuah Cuko<\/h2>\n<ol>\n<li><strong>Merebus Gula Merah dan Asam Jawa:<\/strong> Rebus gula merah bersama air dan asam jawa hingga larut. Saring untuk menghilangkan ampas.<\/li>\n<li><strong>Menambah Bumbu:<\/strong> Tambahkan bawang putih, cabe rawit, ebi, dan garam ke dalam larutan gula merah. Masak hingga mendidih lalu tambahkan cuka. Aduk hingga rata.<\/li>\n<li><strong>Mendinginkan Kuah Cuko:<\/strong> Diamkan hingga dingin dan meresap. Simpan di dalam botol jika ingin disimpan untuk waktu yang lebih lama.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Penyajian<\/h2>\n<ol>\n<li><strong>Menata Pempek di Piring:<\/strong> Letakkan pempek goreng atau rebus di atas piring saji. Taburkan potongan timun, mie kuning, dan bubuk ebi di atasnya.<\/li>\n<li><strong>Menyiram dengan Kuah Cuko:<\/strong> Siram pempek dengan kuah cuko secukupnya. Tambahkan cabe rawit jika Anda suka lebih pedas.<\/li>\n<li><strong>Siap Dinikmati:<\/strong> Pempek ikan tenggiri siap untuk disajikan dan dinikmati bersama keluarga dan teman-teman.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Tips Pempek Sempurna:<\/h3>\n<ul>\n<li>Gunakan ikan tenggiri segar untuk mendapatkan rasa terbaik.<\/li>\n<li>Jangan<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Pempek Palembang Ikan Tenggiri: Cara Membuat yang Lezat dan Otentik Pempek adalah salah satu makanan tradisional khas Palembang yang sangat populer di Indonesia. Terbuat dari ikan dan tepung sagu, pempek memiliki cita rasa gurih yang khas dan dilengkapi dengan saus cuko yang asam, manis, dan pedas. Salah satu varian paling digemari adalah pempek ikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[356],"class_list":["post-1026","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-pempek-palembang-ikan-tenggiri"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lekkermedan.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1026","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lekkermedan.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lekkermedan.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lekkermedan.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lekkermedan.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1026"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lekkermedan.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1026\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1028,"href":"https:\/\/lekkermedan.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1026\/revisions\/1028"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lekkermedan.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1026"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lekkermedan.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1026"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lekkermedan.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1026"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}